Menara Air di Rangkasbitung, Kenangan Arsitektur Belanda di Tengah Makam Pahlawan

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 11:27 WIB
Ilustrasi foto, Menara Air di Rangkabitung (kemdikbud)
Ilustrasi foto, Menara Air di Rangkabitung (kemdikbud)

TOPMEDIAMenara Air di Rangkasbitung atau dalam bahasa Belanda Watertoren te Rangkasbetoeng merupakan Arsitektur kolonial paling mencolok yang letaknya berada di Makam Pahlawan.

Sejarah singkat bangunan Kolonial Belanda di Rangkasbitung pada hakekatnya merupakan bagian integral dari sejarah perkembangan Arsitektur Indonesia.

Bangunan Menara Air salah satau bangun bergaya Arsitektur Kolonial Belanda tersebar kabupaten Lebak khususnya di kota Rangkasbitung.

Baca Juga: Harga Daging Kerbau di Rangkasbitung April 2022, Bulog Impor dari India

Kolonialisasi yang dilakukan Belanda di Rangkasbitung menghasilkan banyak sekali peninggalan berupa bangunan yang bergaya Arsitektur Kolonial yang kini menjadi Cagar Budaya.

Menara Air atau bangunan penampungan air terletak di Jalan Raden Tumenggung Hardiwinangun No. 4 Kampung Pasirtariti RT.01 RW.03 Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Lokasi Menara Air sekarang berada di belakang Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak. Persis berada di Taman Makam Pahlawan Sirna Rana Rangkasbitung.

Baca Juga: Bupati Lebak Resmikan Pasar Jawara di Rangkasbitung

Menurut catatan dari berbagai sumber, bangunan Menara Air rampung dibangunan dan diresmikan pada tahun 1931 dengan nama Watertoren te Rangkasbetoeng.

Nama Watertoren te Rangkasbetoeng berasal dari bahasa Belanda, yaitu terdiri dari kata water dan toren.

Halaman:

Editor: Fuad Fauji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X