• Kamis, 26 Mei 2022

Alasan Jokowi Hapus Tenaga Honorer di 2023, Apakah Beban Negara ?

- Selasa, 10 Mei 2022 | 08:33 WIB
Ilustrasi seleksi tenaga honorer, menjadi PPPK
Ilustrasi seleksi tenaga honorer, menjadi PPPK

TOPMEDIA.CO.ID - Penghapusan tenaga honorer oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2023, memiliki alasan tersendiri.

Apalagi, pada tahun 2023, pegawai honorer sudah tidak boleh kembali bekerja di instansi Pemerintah.

Bahkan peniadaan tenaga honorer berdasarkan mandat PP 49/2018.

Baca Juga: 7 Bandit Jalanan Kembali Berulah di Cikande Kabupaten Serang, Tiga Buruh Pabrik Jadi Korban

Dikutip dari web resmi Kementrian Dalam Negeri, Menurut Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Alex Denni, bahwasanya penghapusan tenaga honorer bukan kebijakan tiba-tiba.

Namun, kata Alex Denni, pembengkakan jumlah tenaga honorer di tiap instansi akhirnya mendorong terbitnya Undang-Undang (UU) Aparatur Sipil Negara 5/2014. Dalam aturan, ditetapkan hanya ada dua kategori ASN, yakni PNS dan PPPK.

"Sebetulnya ini bukan ujug-ujug. Tapi sudah dari 2005. Itu sudah inventarisir," kata Alex, yang dikutip pada Selasa 10 Mei 2022.

Baca Juga: Cara Walikota Serang Ungkapkan Rindu Melalui Halal Bihalal

Pada 2005 ada 900 ribu tenaga honorer di seluruh instansi pemerintah. Sekitar 860 ribu tenaga honorer diangkat sebagai PNS.

Halaman:

Editor: Febi Sahri Purnama

Sumber: Kementrian Dalam Negeri RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fakta Menarik Perang Senjata Biologis dan Kimia

Kamis, 26 Mei 2022 | 10:36 WIB

Jemaah Haji dari Banten Masuk Embarkasi Jakarta

Selasa, 24 Mei 2022 | 19:00 WIB
X