Belajar dari Kasus Bullying di Surabaya dan Pencegahannya

photo author
- Rabu, 11 Desember 2024 | 19:12 WIB
Saepudin (Mahasiswa Ilmu Hukum Unpam PSDKU Serang) (Topmedia.co.id/Istimewa)
Saepudin (Mahasiswa Ilmu Hukum Unpam PSDKU Serang) (Topmedia.co.id/Istimewa)

Baca Juga: Menimbang Vonis Mati Pidana Anak

Melalui program pendidikan ini, diharapkan anak-anak dapat lebih sadar akan dampak buruk dari bullying dan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Peran Orang Tua Orang tua memegang peranan penting dalam mendidik anak-anak mereka sejak dini. Mengajarkan anak untuk berempati, memahami perasaan orang lain, dan mengatasi masalah secara positif dapat mencegah terjadinya bullying. Orang tua juga harus aktif dalam memantau interaksi anak mereka baik di sekolah maupun di media sosial.

Peningkatan Pengawasan dan Penegakan Hukum Sekolah dan masyarakat perlu memiliki sistem pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah terjadinya perundungan.

Baca Juga: Menguatkan Upaya Hukum Indonesia dalam Mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang

Jika terjadi bullying, tindakan yang tegas harus diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, penegakan hukum terhadap pelaku bullying di dunia maya harus diperkuat dengan melibatkan aparat penegak hukum.

Menyediakan Dukungan Psikologis bagi Korban Setiap korban bullying memerlukan dukungan psikologis yang memadai untuk membantu mereka mengatasi trauma. 

Layanan konseling dan psikoterapi di sekolah atau masyarakat dapat membantu korban bullying untuk memulihkan diri dan mengembalikan rasa percaya diri mereka.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Febi Sahri Purnama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketika Keadilan Hanya Milik yang Mampu

Kamis, 18 Desember 2025 | 20:55 WIB

Keadilan sebagai Hak, Bukan Kemewahan

Kamis, 18 Desember 2025 | 20:51 WIB
X