Cara Pasang Koil 2 Kaki atau 3 Kaki, Lengkap Jalur atau Skema Kabel Serta Cara Pasang Resistor Koil 3 Kaki

- Selasa, 10 Mei 2022 | 05:53 WIB
Cara pemasangan koil 2 kaki atau 3 kaki sebearnya sangat mudah dan bisa dilakukan semua orang, yang  membedakan terletak pada pemasangan kabel kontak, untuk koil 2 kaki kabel kontak terhubung langsung ke tanda B koil, untuk koil 3 kaki kabel kontak melalui resistor barulah terhubung ke positif koil
Cara pemasangan koil 2 kaki atau 3 kaki sebearnya sangat mudah dan bisa dilakukan semua orang, yang membedakan terletak pada pemasangan kabel kontak, untuk koil 2 kaki kabel kontak terhubung langsung ke tanda B koil, untuk koil 3 kaki kabel kontak melalui resistor barulah terhubung ke positif koil

Berikut ini cara pasang koil 2 kaki atau 3 kaki, lengkap jalur atau skema kabel serta cara pasang resistor koil 3 kaki pada kendaraan.

Dimulai dari perbedaan koil 2 kaki dan 3 kaki. Cara mudah membedakan antara koil 2 kaki dan 3 adalah dengan memperhatikan jumlah terminal/kutup pada koil, untuk koil 2 kaki, jumlah terminal atau kutupnya ada 2 buah, sedangkan untuk koil 3 kaki, jumlah terminal atau kutupnya ada 3 titik, semuanya bisa dilihat secara langsung. Perbedaan lain antara koil 2 kaki dan 3 kaki adalah, untuk koil 2 kaki, biasanya resistor sudah tertanam di bagian dalam koil, sedangkan untuk koil kaki 3 masih belum tersedia, sehingga dibutuhkan resistor pada bagian luar koil, agar koil tidak mudah panas saat dinyalakan.

Cara pemasangan koil 2 kaki atau 3 kaki sebenarnya cukup mudah, anda pun bisa melakukannya sendiri dirumah. Yang menjadi perbedaan antara koil 2 kaki dengan 3 kaki, hanya terletak pada penempatan kabel kontak kendaraan yang terhubung dengan resistor koil, selebihnya penepatan kabel-kabel koil 2 kaki atau 3 kaki semua sama.

Untuk koil 2 kaki, kabel kontak biasanya terhubung langsung pada terminal bertuliskan “B” di bagian koil, sedangkan pada koil 3 kaki, saat pemasangan resistor, kabel kontak terhubung dengan bagian resistor, sebelum nantinya arus dari kontak akan dialirkan menuju ke terminal positif.

Dengan begitu, anda tidak perlu repot-repot mencari tahu skema kabel koil 3 kaki, karena pemasangan kabel koil 2 kaki dan 3 kaki semuanya hampir sama, yang membedakan hanya pada penepatan kabel kontak saja, untuk koil 2 kaki kabel kontak terhubung langsung dengan terminal/kaki koil bertulis huruf “B”, sedangkan untuk koil 3 kaki, kabel kontak harus melalui resistor terlebih dahulu, barulah dihubungkan dengan terminal pada bagian koil berlambangkan  “+”. Selebihnya, pemasangan kabel-kabel 2 kaki atau 3 kaki semuanya sama.

Untuk mencari sumber arus dari kontak kendaraan, anda memerlukan alat bantu berupa tespen. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah, pilih salah satu kabel yang sebelumnya terhubung dengan koil kendaraan, lalu pilih salah satu kabel untuk kemudian hubungkan dengan tespen, dilanjutkan dengan bagian kabel tespen lainnya dihubungkan ke bodi kendaraan.

Setelah selesai, lalu posisikan kontak stater pada posisi “on” atau kontak 1 sebelum starter.
Apabila tespen menyala, itu artinya anda telah menemukan kabel yang bersumber dari arus kontak kendaraan. Namun, apabila masih belum menyala, lakukan hal serupa pada kabel lainnya disekitar koil kendaraan anda sampai sumber arus dari kontak kendaraan sebelum starter ditemukan.

Catatan, lampu tespen akan mengikuti kontak. Apabila posisi kontak kendaraan dimatikan. Maka, lampu tespen akan ikut padam. Seterusnya, apabila kontak kendaraan pada posisi “on”, lampu tespen akan kembali menyala, terus demikian. Kabel ini lah yang nantinya akan terhubung dengan resistor pada Koil kendaraan.

Lanjut ke langkah selanjutnya, untuk kabel yang akan ditempatkan pada terminal tertulis “-“ atau “minus” koil, anda cukup mencarinya menyesuaikannya kabel yang warna dan bentuknya sama dengan yang menuju Delco atau distributor kendaraan.

Halaman:

Editor: Deni Kusuma Wijaya

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X