Kisah Al Masudi, Kepingan Sejarah Islam

photo author
- Rabu, 30 Maret 2022 | 20:56 WIB
Ilustrasi foto, Al Masudi - Emmerich Alexius Swaboda 3890 (wikimedia)
Ilustrasi foto, Al Masudi - Emmerich Alexius Swaboda 3890 (wikimedia)

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh! Begini Hukum Mengoleksi Boneka Arwah Menurut Islam

Metodologi Al Masudi berlabuh pada metode induktif yang diadopsi oleh umat Islam setelah pertemuan mereka, dan penolakan mereka, terhadap metodologi rasional dan deduktif orang Yunani.

Metode empiris adalah milik umat Islam, sebagaimana metode rasional milik orang Yunani, dan al Masudi, bukan Herodotus, yang merupakan penemu historiografi empiris.

Al Masudi menyusun peta dunia yang dikenal saat itu yang mewakili kemajuan signifikan pada peta sebelumnya. Ini menunjukkan daratan besar yang diidentifikasi Al Masudi sebagai wilayah tak dikenal yang terletak di luar “samudera kegelapan dan kabut”.

Baca Juga: Penjelasan Mitos Rumah Tusuk Sate, Begini Menurut Islam

Daratan menunjukkan kontur Amerika Selatan. Al Masudi menulis dalam The Meadows of Gold and Quarries of Jewels bahwa seorang pelaut Muslim Ibn Aswad berlayar melalui lautan kegelapan dan kabut pada tahun 889 M dan kembali dengan harta emas dan perak.

Peta dan deskripsi telah menimbulkan spekulasi bahwa Amerika dikenal oleh orang Arab dan Afrika. Al Masudi adalah seorang ahli geologi dan mineralog yang ulung. Ia mempelajari gempa bumi dan dalam salah satu risalahnya ia menganalisis gempa bumi tahun 855 M.

Al Masudi juga mengajukan teori evolusi dari mineral ke tumbuhan ke hewan ke manusia. Dalam karya ini ia memberi isyarat kepada Charles Darwin selama sembilan ratus tahun. Sarjana besar ini, pendiri metode empiris dalam ilmu-ilmu sosial dan sejarah, meninggal pada tahun 957 M.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fuad Fauji

Sumber: Islam Story

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X