• Rabu, 30 November 2022

Presiden China Xi Jinping Ada Dalam Rumah Tahanan, Kudeta Militer?

- Senin, 26 September 2022 | 21:05 WIB
Presiden China Xi Jinping (FOTO: Istimewa)
Presiden China Xi Jinping (FOTO: Istimewa)

TOPMEDIA - Presiden China Xi Jinping menjadi topik pembicaraan yang ramai dibahas di Twitter sejak kemarin lantaran muncul laporan dia berada dalam tahanan rumah menyusul kudeta militer. Laporan itu sendiri tidak terkonfirmasi dan tidak dimuat oleh sumber-sumber berita terpercaya.

Xi dan tagar #kudetaChina menjadi isu yang banyak disebut di Twitter setelah puluhan ribu orang menyebarkan. Isu itu menyebut Xi ditangkap dan digulingkan oleh anggota militer China yang biasa disebut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Laman Newsweek melaporkan, Sabtu (24/9), spekulasi ini muncul di tengah informasi yang menyebut hampir tidak ada penerbangan komersil yang keluar masuk Ibu Kota Beijing Sabtu kemarin. Laporan lain yang juga tidak terkonfirmasi menyebut kereta dan bus juga semua tidak beroperasi di Beijing.

Baca Juga: China Memperluas Latihan Militer di Sekitar Perairan Taiwan

Situs resmi Bandara Beijing memperlihatkan sejumlah penerbangan memang dibatalkan tapi banyak juga yang masih sesuai jadwal dan sudah mendarat. Selain itu ada juga laporan mengatakan sejumlah penerbangan dibatalkan karena ada latihan militer.

Sebuah video yang banyak dibagikan di Twitter juga memperlihatkan deretan kendaraan militer yang mencapai panjang 80 kilometer tengah menuju Beijing di tengah laporan kudeta pada 22 September.

Namun video itu hanya berdurasi kurang dari satu menit jadi tidak memperlihatkan iring-iringan kendaraan itu mencapai 80 kilometer. Selain itu video tersebut juga tidak menyebutkan kapan dan di mana direkam atau apakah benar konvoi kendaraan militer itu adalah bagian dari aksi kudeta militer.

Rumor ini juga kian memanas setelah politikus India Subramanian Swamy yang memiliki 10 juta pengikut di Twitter kemarin mencuit: "Rumor baru harus diperiksa: Benarkah Xi Jinping berada dalam tahanan rumah di Beijing? Ketika Xi ada di Samarkand belum lama ini, para pemimpin Partai Komunis China seharusnya sudah menggulingkan Xi sebagai pemimpin militer. Kemudian muncullah isu penangkapan. Rumor pun meluas."

Baca Juga: Apple Minta Pemasok Perangkat Mutakhir di Taiwan Memberi Label Produk China

Halaman:

Editor: Beni Hendriana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Link Nonton Live Streaming SCTV, Denmark vs Tunisia

Selasa, 22 November 2022 | 18:41 WIB

Sinetron SCTV Sore Hari, Tajwid Cinta Episode 4

Kamis, 10 November 2022 | 17:32 WIB
X