• Minggu, 3 Juli 2022

Dalam Alqur'an Diharamkan! Benarkah Ada Riba Yang Dibolehkan Oleh Rasulullah?

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 21:50 WIB

TOPMEDIA.CO.ID – Urusan pinjaman dan utang, jual dan beli merupakan hal hal yang paling rentan terjadi riba. Salah satu contohnya adalah menetapkan bunga dalam masalah utang termasuk dalam riba. Sekecil apapun bentuk riba,  kita sebagai umat muslim tetap dilarang untuk melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Riba bisa terjadi akibat adanya proses pertukaran barang ribawi sesama jenis dengan tanpa adanya wasilah berupa harga. Ketika terjadi barter semacam ini, syariat mensyaratkan bahwa pertukaran itu harus memenuhi tiga unsur, yaitu: tamatsul (sepadan dan sejenis), taqabudh (saling serah terima) dan hulul (kontan).

Tapi tahukah anda bahwa ada pertukaran barang ribawi sejenis yang diperbolehkan oleh syariat? Apa itu?

Dilansir dari Bincangsyariah.com, jika anda telusuri di kitab-kitab fikih turats, anda akan menemukan istilah bai’ araya. Bai’ ‘Araya adalah:

بيع العرايا: (مصطلحات) أن يشتري رجل من آخر ما على نخلته من الرطب بقدره من التمر تخمينا ليأكله أهله رطبا

Artinya:

“Jual beli araya (secara istilah), adalah jual beli yang dilakukan oleh seseorang dengan jalan membeli kurma hijau (ruthab) milik pihak lainnya ditukar dengan kurma kering untuk kebutuhan makan keluarganya.” (Mu’jam al-Ma’any)

Jadi, suatu ketika ada orang yang membutuhkan kurma kering untuk kebutuhan makan bagi keluarganya. Ia tidak memiliki sesuatu apapun selain kurma yang masih hijau di atas pohon. Lalu ia menghubungi saudaranya yang memiliki kurma kering untuk melakukan transaksi tukar menukar dengannya. Kurma kering ditukar dengan kurma yang masih dipohon.

Baca Juga: Apa itu Jodoh, Menurut Al-Qur'an dan Penjelasan Quraish Shihab

Halaman:

Editor: Beni Hendriana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X