• Minggu, 23 Januari 2022

Derita Warga Ditengah Pandemi Covid-19; Saya Puasa Hampir Seminggu

- Jumat, 3 April 2020 | 20:32 WIB
Yuyun Cahyaningsih, saat ditemui dikediamannya oleh Relawan Banten Melawan Corona (RBMC) dikediamannya, Jumat (03/04/2020). Foto :Ist
Yuyun Cahyaningsih, saat ditemui dikediamannya oleh Relawan Banten Melawan Corona (RBMC) dikediamannya, Jumat (03/04/2020). Foto :Ist

SERANG,TOPmedia - Yuyun Cahyaningsih (37) mengaku sudah empat hari menahan lapar, karena tidak bisa mencari nafkah bagi keluarganya. Sedangkan sang suami, yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas, sedang meringkuk sakit dan tidak bisa membiayai kehidupan istri dan dua orang anaknya. Yuyun sehari-haru bekerja sebagai buruh setrika dan penjaja makanan ringan dari kampung ke kampung.

Yuyun merupakan warga RT 05 RW 08, Kelurahan Pemancangan Baru, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Banten. Kedua anaknya, yang paling besar duduk dibangku kelas enam Sekolah Dasar (SD) terpaksa puasa sejak Senin, 30 Maret 2020 hingga kemarin, Kamis 02 Maret 2020. Bahkan beras pun tak ada dirumah mereka.

"Jadi saya enggak punya pemasukan gara-gara Corona ini. Kan enggak boleh keluar, jadi orang-orang ngegosok sendiri. Anak saya seminggu puasa, Senin sampai Kamis," kata Yuyun Cahyaningsih, saat ditemui dikediamannya oleh Relawan Banten Melawan Corona (RBMC) dikediamannya, Jumat (03/04/2020).

Rumah yang ditempati oleh keluarga Yuyun merupakan warisan dari kakek dan nenek suaminya, yang ditempati turun menurun. Kemudian, kesulita Yuyun bertambah, karena harus belajar dirumah. Namun anaknya tidak memiliki smartphone, beruntung wali kelasnya berbaik hati dan memberikan handphone untuk belajar dirumah.

Yuyun bercerita dia sempat berkeluh kesah kepada seorang pegawai yang di akui nya seorang staff Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH). Dia bercerita kalau tidak memiliki beras dan persediaan lainnya. Oleh orang tersebut, Yuyun kemudian disuruh menghubungi RBMC.

"Informasinya ya dari saudara yang kerja jadi anak buahnya gubernur. Saya ngeluh enggak punya beras, gosok saya sepi. Kemarin saya bingung, terus disuruh kontak Untirta (RBMC) peduli. Kepepet, saking kepepetnya, malu sebenernya mah," terangnya.

Koordinator RBMC sekaligus akademisi di Untirta Banten, Hendra Leo Munggaran, yang ikut memberikan bantuan mengatakan kalau pemberian tersebut berasal dari para donatur dan relawan yang bukan hanya berasal dari wilayah Banten saja. Baik individu maupun institusi, bisa ikut meringankan beban masyarakat ekonomi lemah bersama RBMC yang poskonya berada di Kampus Untirta Kota Serang.

"Ini sebagai salah satu bentuk kita membantu masyarakat Banten. Semua element harus bahu membahu menyelesaikan persoalan bangsa kita ini. Semoga kita semua bisa melewati masa krisis ini," kata Korodinator RBMC, Hendra Leo Munggaran. (TM1/Red)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Tahun Macan Air Dalam Hitungan Shio Cina 2022

Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:05 WIB
X