TOPMEDIA - Pasukan militer Amerika Serikat (AS) yang tersisa di Suriah resmi meninggalkan pangkalan terakhir mereka di Hasakah, Kamis. Langkah ini menandai berakhirnya kehadiran militer Negeri Paman Sam selama satu dekade di wilayah tersebut, yang sejak awal bertujuan untuk memerangi kelompok ekstremis ISIS.
Penarikan ini ditandai dengan masuknya militer Suriah ke pangkalan Qasrak, sebuah fasilitas strategis yang dilengkapi landasan udara. Analis keamanan mencatat bahwa penyerahan tersebut dilakukan kepada Divisi ke-60 tentara Suriah.
Unit ini sebagian besar terdiri dari pejuang Kurdi yang berafiliasi dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), mitra jangka panjang Washington di kawasan tersebut.
Transisi Kekuasaan dan Integrasi SDF
Kementerian Luar Negeri Suriah menyambut baik pengosongan situs-situs militer oleh pihak Amerika Serikat. Pemerintah di Damaskus menegaskan bahwa penyerahan ini mencerminkan keberhasilan integrasi SDF ke dalam struktur nasional.
Kini, negara Suriah mengambil alih tanggung jawab penuh dalam memberantas sisa-sisa terorisme serta menjaga stabilitas wilayahnya secara mandiri.
Perubahan peta politik yang drastis menjadi katalis utama mundurnya Washington. Setelah tumbangnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024 di bawah kepemimpinan Ahmed al-Sharaa, peta aliansi di Suriah mengalami pergeseran.
Amerika Serikat yang kini menyokong pemerintahan baru Sharaa, memfasilitasi kesepakatan antara SDF dan Damaskus guna mengalihkan peran pemberantasan kelompok militan kepada otoritas lokal.
Strategi Global dan Relokasi Militer
Keputusan penarikan ini juga disebut sebagai bagian dari strategi besar Presiden Donald Trump untuk memangkas keterlibatan militer di Timur Tengah.
Amerika Serikat dilaporkan memilih untuk memusatkan sumber daya intelijen dan kekuatan militernya guna menghadapi persaingan strategis dengan kekuatan besar lainnya di wilayah Pasifik dan Eropa.
Proses keluarnya personel dan peralatan tempur dilakukan melalui jalur Yordania untuk menghindari risiko serangan dari kelompok paramiliter di Irak.
Artikel Terkait
Kemnaker Gandeng TikTok Indonesia Luncurkan Program BISA, Cetak 100 Ribu Talenta Digital dan Kreator Lokal
Jaga Iklim Ekonomi, ASPSB Kabupaten Serang Undang Gubernur Banten Andra Soni Hadiri Perayaan May Day 2026
Kasus Kekerasan Seksual FHUI: Universitas Indonesia Bekukan Status Akademik 16 Mahasiswa Terlapor Sementara
Peduli Pendidikan, Gubernur Banten Andra Soni Raih KWP Awards 2026 Berkat Program Sekolah Swasta Gratis
Menko AHY dan Wagub Banten Tinjau Penataan Kawasan Nelayan Mauk: Targetkan Pemukiman Produktif dan Sehat
Tekan Belanja Operasional, Pemprov Banten Terapkan Budaya Kerja ASN Efisien dan Optimalisasi Bus Jemputan
IPM Banten 2025 Melejit Jadi 77,25 Poin Berkat Efektivitas Sekolah Gratis Serta Program Makan Bergizi
Menaker Yassierli Sebut Serikat Pekerja Adalah Mitra Strategis Perusahaan Guna Perkuat Daya Saing Nasional
SPMB Banten 2026 Tanpa Titip-Menitip, Dindikbud Tegaskan Sanksi Berat bagi Pelanggar Aturan
Sekolah Gratis Jadi Solusi Alternatif SPMB Banten 2026, Ribuan Siswa Disiapkan Tertampung