nasional

Sambut Hari Kartini, KP3I Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Pelatihan dan Expo Kelautan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:00 WIB
Peserta pelatihan keselamatan selam berfoto bersama usai penutupan program DAN Diving Safety 1000 Initiative di Labuan Bajo, yang melatih lebih dari 1.000 peserta guna memperkuat keamanan wisata bahari Indonesia.i Indonesia. (Foto : KP3I)

TOPMEDIA - Menyambut Hari Kartini, Komunitas Penyelam Profesional Perempuan Indonesia (KP3I) menegaskan komitmen mendorong pemberdayaan perempuan melalui pendidikan, keselamatan, dan pengembangan pariwisata bahari.

Sepanjang April 2026, organisasi tersebut menggelar pelatihan keselamatan selam hingga berpartisipasi dalam pameran kelautan nasional sebagai bentuk kontribusi nyata di sektor maritim.

Instruktur Perempuan Pimpin Pelatihan di Labuan Bajo

Pada 14–15 April 2026, dua instruktur perempuan KP3I, Mimi Amilia dan dr. Imelda Donosepoetro, memimpin pelatihan keselamatan di Labuan Bajo.

Kegiatan tersebut menjadi penutup program DAN Diving Safety 1000 Initiative yang berjalan sejak 2023.

Materi pelatihan meliputi First Aid Responder dan Basic Life Support (BLS). Program ini merupakan kolaborasi KP3I bersama Divers Alert Network dan Kementerian Pariwisata Indonesia.

Peserta berasal dari kalangan pemandu selam, operator tur, hingga pelaku industri wisata bahari setempat.

Baca Juga: Menko AHY dan Wagub Banten Tinjau Penataan Kawasan Nelayan Mauk: Targetkan Pemukiman Produktif dan Sehat

Lebih dari 1.000 Peserta Dilatih

Sepanjang pelaksanaan program, lebih dari 1.000 peserta telah mendapat pelatihan di berbagai destinasi wisata bahari Indonesia.

Lokasi pelatihan mencakup Kepulauan Seribu, Anyer-Merak, Manado, Ternate, serta sejumlah titik penyelaman populer di Bali seperti Sanur, Amed, Tulamben, Pemuteran, dan Nusa Penida.

Sebagai bentuk dukungan, DAN turut menyerahkan 1.000 first aid kit agar peserta memiliki perlengkapan dasar pertolongan pertama di tempat kerja masing-masing.

Perempuan Jadi Penggerak Sektor Maritim

Mimi Amilia menegaskan kehadiran instruktur perempuan dalam pelatihan tersebut membuktikan perempuan mampu memimpin di bidang teknis, termasuk aspek keselamatan jiwa.

Halaman:

Tags

Terkini