Kemnaker Gandeng TikTok Indonesia Luncurkan Program BISA, Cetak 100 Ribu Talenta Digital dan Kreator Lokal

photo author
Beni Hendriana, Top Media
- Kamis, 16 April 2026 | 10:00 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, bersama perwakilan TikTok Indonesia saat meluncurkan program BISA Bareng TikTok di Jakarta sebagai upaya mencetak talenta ekonomi digital yang adaptif. (Foto : Biro Humas Kemnaker)
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, bersama perwakilan TikTok Indonesia saat meluncurkan program BISA Bareng TikTok di Jakarta sebagai upaya mencetak talenta ekonomi digital yang adaptif. (Foto : Biro Humas Kemnaker)

TOPMEDIA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan TikTok Indonesia guna mengakselerasi pengembangan talenta ekonomi digital melalui program "Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok" (BISA Bareng TikTok).

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama yang difokuskan pada kegiatan upskilling dan reskilling tenaga kerja agar lebih adaptif terhadap pergeseran pola kerja di era modern.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut berakar dari pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional. Merujuk pada laporan e-Conomy SEA, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menyentuh angka USD 100 miliar pada 2025.

Sektor e-commerce tetap menjadi pilar utama yang mengubah cara masyarakat bekerja dan mencari penghasilan.

Baca Juga: Kemnaker Dorong Inklusi Tenaga Kerja Lansia melalui Kolaborasi Dunia Industri dan Penyusunan Regulasi Baru

Transformasi Peluang Kerja di Ekosistem Digital

Yassierli menjelaskan bahwa ruang digital saat ini telah bertransformasi dari sekadar kanal transaksi menjadi ekosistem penciptaan lapangan kerja yang luas.

Masyarakat kini mulai beralih dari sektor tradisional menuju peran-peran baru seperti reseller, dropshipper, content creator, hingga affiliate marketer. Fenomena discovery commerce menjadi peluang besar yang menuntut kesiapan keterampilan digital yang mumpuni.

Meskipun potensi ekonomi sangat besar, tantangan utama terletak pada kesenjangan kompetensi. Banyak masyarakat belum menguasai strategi konten maupun teknik penjualan digital yang efektif. Program BISA hadir untuk menjembatani celah tersebut melalui pelatihan praktis yang inklusif.

Baca Juga: Dindikbud Banten Pastikan SPMB 2026 Transparan, Tanpa Titip-Menitip dan Diperkuat Pra-SPMB

Mencetak Ratusan Ribu Alumni dan Instruktur Nasional

Pada tahap awal, sebanyak 1.400 peserta terlibat dalam pelatihan yang mencakup materi TikTok Live Streaming Host dan Content Commerce Talent Development.

Peserta meliputi instruktur balai latihan, tim humas pemerintah, hingga masyarakat umum. Menaker menargetkan program ini mampu melahirkan 100.000 alumni kompeten dalam kurun waktu satu tahun melalui skema Training of Trainers (ToT).

Sinergi ini diharapkan tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar digital terbesar, tetapi juga sebagai penyedia tenaga kerja lokal yang unggul dan mampu bersaing secara global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Beni Hendriana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X