Itu sebelum dikabarkan dibunuh oleh serdadu Belanda di Mauk Tangerang Banten pada era 1965.
Penjara ini juga menjadi tempat penampungan sementara para tahanan politik yang terlibat gerakan tanggal 30 September dari laman Kementerian Hukum dan HAM Kemenkumham, dan menjadi salah satu cagar budaya di kota Tangerang Banten.
Penjara yang terletak Kelurahan Buaran Indah kecamatan Tangerang Banten kini menjadi Lembaga Pemasyarakatan selepas Pemuda kelas 2A Tangerang.
Berdasarkan surat keputusan Menteri Kehakiman tanggal 16 Des tahun 1983 Lapas ini dikhususkan bagi narapidana yang berusia 18-27 tahun selain lafaz Pemuda 28 lainnya menjadi aset Cagar Budaya Kota Tangerang Banten.
Yaitu Lapas anak pria dan lapas anak wanita, kedua lapas ini memang tak begitu berjauhan jaraknya yaitu di Jalan Raya Daan Mogot Lapas anak pria masuk wilayah kelurahan sukaasih kecamatan Tangerang Banten.
Tak jauh dari masjid al-azhom dan Taman Makam Pahlawan Taruna sedangkan lapas anak wanita masuk wilayah Kelurahan Tanah Tinggi Lapas ini awalnya dibangun tahun 1925 untuk menampung 220 anak sejak tahun 1900.
Baca Juga: 3 Wisata Air di Tangerang Banten, Terpopuler dan Murah Meriah! Cek Selengkapnya
24 pengelolaannya dipegang oleh Yayasan klo Juventus untuk mengasingkan anak keturunan Belanda yang berbuat nakal di era penjajahan Jepang, tempat itu dijadikan Pusat Pendidikan Pemuda atau seinindo tahun 1942 setelah kemerdekaan Indonesia Tahun 1945 menjadi markas resimen 4.
Tangerang Banten tahun 1950 tempat ini menjadi rumah pendidikan negara jawatan kepenjaraan, dan kemudian tahun 1964 menjadi Lapas anak pria.
Sementara Lapas anak wanita malah sempat menjadi markas Akademi Militer Tangerang sejak November tahun 1945, di tempat ini digunakan untuk melatih kader bagi tentara keamanan rakyat TKR Sebelum menjadi TNI.
Sebelumnya sempat menjadi Akademi Militer Republik Indonesia pertama, saat itu Akademi Militer dipimpin oleh Mayor TNI Daan Mogot.
Demikian sejarah singkat udah lapas di Tangerang Banten, semoga bermanfaat untuk anda semua.***