TOPMEDIA - Suasana berbeda terlihat di Mall of Serang pada Sabtu (11/4/2026). Deretan perempuan mengenakan kebaya anggun berjalan mengelilingi area pusat perbelanjaan, menghadirkan nuansa budaya di tengah ruang publik modern yang identik dengan aktivitas urban.
Kebaya Hadir di Ruang Publik Modern
Parade kebaya tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dengan menghadirkan busana tradisional ke ruang-ruang publik kekinian. Pusat perbelanjaan dipilih sebagai panggung alternatif agar kebaya tetap dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas.
Kehadiran peserta berkebaya di antara pengunjung dan tenant mall menjadi simbol bahwa tradisi dapat berjalan selaras dengan modernitas. Momen tersebut juga menarik perhatian pengunjung yang berhenti sejenak untuk menyaksikan parade budaya yang jarang ditemui di pusat perbelanjaan.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi tontonan visual, tetapi juga sarana sosialisasi budaya yang efektif. Pesan pelestarian kebaya tersampaikan secara langsung tanpa sekat formal.
PBI Banten Dorong Penguatan Identitas Budaya
Ketua Umum Perempuan Berkebaya Indonesia Provinsi Banten, Ratu Ina Nurul Ainayah, menegaskan bahwa gerakan berkebaya merupakan bagian dari upaya menjaga identitas budaya bangsa di tengah arus modernisasi.
Menurutnya, kebaya tidak hanya sekadar busana tradisional, melainkan representasi nilai perjuangan, kelembutan, dan kekuatan perempuan Indonesia yang diwariskan lintas generasi.
“Kebaya adalah identitas. Di dalamnya ada sejarah, nilai, dan jati diri perempuan Indonesia yang harus dijaga bersama,” ungkapnya.
Menghadirkan kebaya di ruang publik, lanjutnya, menjadi strategi penting agar budaya tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat.
“Ketika kebaya hadir di ruang publik, budaya dibawa keluar dari batas seremoni dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Keterlibatan generasi muda juga dinilai krusial agar kebaya tetap lestari di masa depan.