• Selasa, 4 Oktober 2022

FGD Bareng Wartawan, Kadinkes Banten Curhat Selama Tangani Pendemi Covid-19

- Rabu, 24 Februari 2021 | 19:49 WIB
Focus group discussion (FGD) antara Dinas Kesehatan Banten bersama media, Rabu (24/2/2021).
Focus group discussion (FGD) antara Dinas Kesehatan Banten bersama media, Rabu (24/2/2021).

SERANG, TOPmedia – Berbagai pengalaman dan kejadian dialami para petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten selama pendemi covid-19.

Mulai mengejar pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan 12 jenis layanan dan mutu SPM kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Banten, akibat yang ditimbulkan pendemi covid-19 selama 2020 kemarin. Sementara, Dinkes Banten  juga diharuskan untuk menekan  penyebaran virus covid-19 agar tidak semakin meluas.

Hingga Keterbatasan alat PCR di laboratorium milik Pemprov Banten dan Kabupaten/kota pada awal-awal pendemi covid-19 yang masih minim, tingkat kesadaran  masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, hingga caci maki dari masyarakat karena dianggap lambat, semua pernah dialami para petugas Dinkes Banten. 

Kadinkes Banten, Ati Pramuji Hastuti mengatakan, yang padahal semua kejadian itu butuh proses sna kerjasama dari semua pihak, sehingga dibutuhkan kesadaran bersama agar bisa memerangi penyebaran virus corona di Provins Banten khususnya. termasuk media dalam memberikan efek positif melalui setiap pemberitaannya mengenai perkembangan covid-19.

Ati mencontohkan seperti kejadian pernah menumpuknya hasil test PCR di Laboratorium Kesda milik Pemprov Banten pada akhir 2020 lalu, kata dia, saat itu karena keterbatasan alat lemari pendingin berukuran minus 8 derajat sebagai tempat untuk menyimpan hasil test PCR dari pasien, sehingga proses pemeriksaan PCR harus dilakukan secara bergantian.

Sementara, Dinkes Banten juga menerima pengiriman test PCR dari kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Banten, sehingga saat itu jumlahnya terus menumpuk.

Berita Terkait: Hingga 2021, Terdapat 1.400 Isu Hoax Terkait Covid-19 Beredar di Banten

Tidak jarang, sambung Ati, atas tingginya permintaan test PCR yang masuk, Dinkes Provinsi Banten dianggap lambat dalam menjalankan tugasnya, yang padahal, kata dia, tidak semua hasil test PCR dari 8 Kabupaten/kota masuk ke labkesda Banten.

"Pas kita tanya, dimana dikirimnya, ternyata dikirim ke Daerah lain, bisa di Jakarta misal. Tapi Dinkes tetap saja dianggap lambat. Tapi ya sudahlah," kata Ati, saat focus group discussion (FGD) antara Dinas Kesehatan Banten bersama media, Rabu (24/2/2021).

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ukraina Kehilagan Senjata HIMARS yang Dipasok AS

Rabu, 28 September 2022 | 19:32 WIB

Amerika Serikat Pasok Tank Tambahan ke Ukraina

Rabu, 28 September 2022 | 13:45 WIB

Mendagri Tegaskan ASN Jangan Terlibat Politik Praktis

Kamis, 22 September 2022 | 16:12 WIB
X